AALI
12250
ABBA
190
ABDA
6250
ABMM
3010
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5825
ADHI
695
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3120
AGAR
330
AGII
1995
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
294
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
-0.16%
-0.87
IHSG
6894.07
-0.29%
-20.07
LQ45
1014.84
-0.11%
-1.10
HSI
20079.32
-0.16%
-32.78
N225
26713.08
-0.13%
-35.06
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
879,213 / gram

Kurang dari Sejam, Minyak Goreng Seharga Rp12,5 Ribu Ludes Terjual

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Jum'at, 21 Januari 2022 15:09 WIB
Dalam kurang dari satu jam, sejumlah minyak goreng ukuran 1 liter dan 2 liter sudah ludes terjual. Hal itu terjadi dalam operasi pasar murah di Kota Malang.
Kurang dari Sejam, Minyak Goreng Seharga Rp12,5 Ribu Ludes Terjual. (Foto: Avirisda/MNC Media)
Kurang dari Sejam, Minyak Goreng Seharga Rp12,5 Ribu Ludes Terjual. (Foto: Avirisda/MNC Media)

IDXChannel - Dalam kurang dari satu jam, sejumlah minyak goreng ukuran 1 liter dan 2 liter sudah ludes terjual. Hal itu terjadi dalam operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Kota Malang.

Operasi pasar kali ini menyasar kebutuhan pokok minyak goreng yang dijual dengan harga Rp25 ribu untuk kemasan berukuran dua liter, atau Rp12.500 untuk pertama liternya. Harga itu didapat merupakan subsidi yang diberikan pemerintah, lebih murah dibanding harga pasaran mencapai Rp28 ribu untuk dua liter minyak goreng kemasan.

Warga Kota Malang pun menyambut antusias operasi pasar yang ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kendati harga yang dijual tak beda jauh dengan harga yang dijual di ritel dan minimarket modern seharga Rp14.000 per liter atau Rp28 ribu per dua liternya.

Penuturan warga ia sudah sejak Jumat pagi (21/1/2022) pukul 08.00 WIB antre di depan kantor PCNU Kota Malang, kendati pasar murah baru dimulai pukul 10.00 WIB. Total ada 150 paket minyak goreng, dengan masing-masing paketnya berisi dua liter minyak goreng dijual seharga Rp25 ribu. 

Tak kurang satu jam paket-paket minyak goreng yang dijual murah ludes terjual. Alhasil beberapa masyarakat yang datang sekitar pukul 11.00 WIB lebih harus pulang dengan tangan hampa.

Sunaimah, salah seorang warga Kota Malang menuturkan, ia sudah merasa senang pemerintah hadir di tengah harga minyak goreng dan kebutuhan lainnya yang masih tinggi. Apalagi ia yang menjadi penjual gorengan kecil-kecilan, adanya pasar murah minyak goreng ini dirasa sangat membantunya. 

"Senang banget, biasanya dapat Rp38 ribu dua liter, ini dapat Rp25 liter, dulu mahal banget harganya. Alhamdulillah tadi dapat murah meski dibatasi hanya dua liter. Antre dari jam 08.00 pagi," ungkap Sunaimah, warga Jalan Kaliurang Barat, yang jauh-jauh datang ke lokasi operasi pasar.

Menurutnya, selama harga minyak goreng mahal keuntungan yang diperolehnya pun berkurang cukup drastis. Ia terpaksa mengecilkan ukuran gorengan yang dijualnya, demi tetap mendapat keuntungan.

"Harga gorengannya tetap tapi dikecilkan, mau harganya dinaikkan takut nggak ada yang beli. Alhamdulillah ini dapat harga Rp25 ribu, tadi infonya dapat dari Muslimat NU," ungkapnya. 

Warga lainnya Satuni mengaku datang ke pasar murah setelah mendapat informasi dari anaknya. Sebelumnya ia membeli minyak goreng cukup mahal dengan harga Rp40 ribu untuk dua liter kemasan. 

"Dapat harga Rp25 ribu untuk dua liter, sebelumnya mahal Rp40 ribu dua liternya. Mau dipakai kebutuhan makan sehari-hari di rumah," ungkap dia. 

Sekretaris PCNU Kota Malang Isroqunnajah menuturkan setiap warga yang membeli minyak goreng didata dan dibatasi untuk mengantisipasi kecurangan.

"Setiap warga hanya boleh membeli maksimal dua liter minyak goreng. Ada 150 boks (kemasan minyak goreng) yang disediakan," tuturnya. 

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, pihak Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah titik pasar murah untuk menekan harga minyak goreng. Hal ini demi memberikan layanan dan akses penyediaan stok barang minyak goreng di tengah masyarakat. 

"Kita memang melakukan (operasi pasar, red) di beberapa titik, seperti yang hari ini di kantor NU ini sembari kita mensubsidi lagi, dari harga Rp14.000 itu kita kemudian menjual dengan harga Rp12.500, sehingga dua liter harganya Rp25 ribu," ujar Khofifah. 

Mantan menteri sosial (Mensos) ini berkomitmen akan memberikan dukungan upaya pemulihan ekonomi dan menumbuhkan daya beli masyarakat. Harapannya dengan langkah ini pedagang-pedagang makanan yang mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng, bisa terbantu. 

"Saya rasa ini bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat, supaya daya beli masyarakat bisa membaik. Dan terutama kita berharap untuk pedagang ultra mikro dan pedagang mikro, pedagang - pedagang gorengan itu Insya Allah akan tersupport dengan program - program seperti ini," terangnya. 

Khofifah mengakui jika harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional belum bisa turun ke angka Rp14.000 per liternya, karena harus menghabiskan stok lama yang sudah ada. 

"Tetapi di pasar tradisional diberikan kesempatan penyesuaian sampai seminggu. Jadi kalau mereka yang selama ini belanja di pasar tradisional mungkin mereka masih belum bisa mendapatkan harga Rp14 ribu per liter. Karena memang diberi kesempatan menyesuaikan sampai dengan seminggu setelah tanggal 19 Januari," tukasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD