AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Kurangi Dampak Gagal Bayar Evergrande, Ini yang Dilakukan Regulator China

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Minggu, 26 September 2021 13:44 WIB
Beberapa pemerintah daerah di China membuat rekening kustodian khusus untuk proyek-proyek raksasa properti Evergrande.
Beberapa pemerintah daerah di China membuat rekening kustodian khusus untuk proyek-proyek raksasa properti Evergrande. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Beberapa pemerintah daerah di China membuat rekening kustodian khusus untuk proyek-proyek raksasa properti Evergrande yang kini menghadapi gagal bayar utang atau default. Hal itu dilakukan demi melindungi dana yang dialokasikan untuk berbagai proyek perumahan Evergrande agar tidak dialihkan.

Mengutip Reuters dari outlet media China Caixin, rekening kustodian bertujuan untuk memastikan pembayaran pembeli rumah digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan Evergrande dan tidak dialihkan ke tempat lain, seperti ke kreditur.

"Akun khusus telah dibuat sejak akhir Agustus di setidaknya delapan provinsi di mana Evergrande memiliki proyek yang paling belum selesai," kata sumber yang dekat dengan tim manajemen Evergrande kepada Caixin, Minggu (26/9/2021).

Dia menambahkan, delapan provinsi tersebut termasuk Anhui, Guizhou, Henan, Jiangsu dan kota-kota di selatan Pearl River Delta.

Di beberapa kota wilayah selatan, seperti Zhuhai dan Shenzhen, kantor regulator perumahan, Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan, juga terlibat dalam mengawasi dan meninjau penggunaan dana oleh proyek-proyek Evergrande. Namun, Evergrande dan kementerian perumahan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pekan lalu, surat kabar Wall Street Journal mengatakan pihak berwenang China telah meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan kemungkinan runtuhnya Evergrande, mendesak mereka untuk mencegah kerusuhan dan mengurangi efek pada perekonomian lainnya.

Nyatanya, pada akhir Juni, Evergrande masih memiliki 1.236 proyek untuk dijual, katanya dalam laporan semi-tahunan, termasuk yang telah selesai dan sedang dibangun. Dalam beberapa bulan terakhir, Evergrande malah kembangkan model bisnis pinjaman untuk membangun yang kemudian berhenti membayar beberapa investor dan pemasok serta menghentikan pekerjaan pembangunan di banyak proyek di seluruh China.

Regulator perumahan juga telah menetapkan batas waktu pada 24 September bagi kantor regional untuk melaporkan kesenjangan pendanaan yang dihadapi proyek Evergrande yang belum selesai, kata Caixin, tetapi tidak segera jelas apakah ini telah dipenuhi.

Terhuyung-huyung dibayangi utang USD305 miliar, Evergrande sampai menunggak tenggat waktu pembayaran obligasi tersebut dan disusul keheningan perusahaan terkait masalah yang telah membuat investor global bertanya-tanya apakah mereka harus menelan kerugian besar ketika masa tenggang 30 hari berakhir. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD