AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Laba Bersih BUMN Capai Rp 61 Triliun, Erick Thohir: Hasil dari Transformasi Bisnis

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 29 November 2021 18:10 WIB
Pada kuartal III-2021, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 61 triliun.
Pada kuartal III-2021, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 61 triliun.  (Foto: MNC Media)
Pada kuartal III-2021, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 61 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim persepsi publik terhadap eksistensi perusahaan pelat merah semakin positif. Pengakuan itu didasarkan pada kinerja perseroan dalam kurun waktu dua tahun belakangan. 

Satu indikator keberhasilan, terlihat dari laba bersih BUMN. Dimana, pada kuartal III-2021, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 61 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun 2020 yakni Rp13 triliun. 

Keberhasilan tersebut, kata dia, hasil dari transformasi bisnis model hingga penempatan sejumlah kalangan profesionalitas di pucuk struktur manajemen BUMN. 

"Saya yakin 2 tahun terakhir ini kita bekerja luar biasa. Buktinya apa? Kalau kita lihat persepsi publik terhadap BUMN sekarang makin positif. Hasil keuangan terlihat, dengan efisiensi dengan perubahan bisnis model, dengan mengangkat orang-orang profesional laba bersih terkonsolidasi BUMN tahun kemarin Rp 13 triliun, hari ini kuartal III (2021) sudah Rp 61 triliun," ujar Erick, Senin (29/11/2021). 

Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, kinerja BUMN di Semester I-2021 cukup baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peda periode itu, laba bersih korporasi pelat merah yang mencapai 356%.

Laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp5,77 triliun pada semester I-2020. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021. Kinerja baik tersebut tentu menjadi salah satu bukti, program perusahaan plat merah berhasil. 

Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institut, Piter Abdullah menilai, salah satu yang mendorong kinerja perusahaan BUMN semakin baik didukung beberapa faktor. Antara lain, perubahan harga komoditas, penanganan pandemi yang semakin baik, juga peningkatan di sektor kesehatan, telekomunikasi, yang berujung pada kenaikan kinerja. Misalnya, BUMN sektor tambang, kinerja makin baik didorong kenaikan harga komoditas.

Dia menilai kenaikan kinerja selain karena faktor perbaikan pengelolaan, juga didorong sektor komoditas yang membaik di masa pandemi. Dia yakin, dengan perbaikan maka BUMN akan mempertahankan kinerja. Tak bisa dipungkiri, masih ada beberapa BUMN yang perlu diperbaiki.

"Termasuk juga indikator-indikator penyediaan lapangan kerja, dan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat. Mungkin yang paling bisa diapresiasi walaupun labanya tidak ada adalah program BBM satu harga Pertamina serta keberhasilan BUMN karya membangun berbagai infrastruktur," kata Piter.

Menurutnya, kenaikan laba bersih BUMN tentu bisa dibaca sebagai perbaikan, namun juga jadi tantangan apakah akan terus mampu dipertahankan mengingat perbaikan kinerja lebih disokong perbaikan harga komoditas.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD