Capaian kinerja positif itu sendiri, dikatakan Rizki, ditopang oleh penurunan cost of funds, sehingga manajemen dapat menawarkan pricing yang kompetitif bagi nasabah.
"Selain itu, kami terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Hal ini membuat IIF tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur," ujar Rizki.
Sepanjang 2025, IIF meraih sejumlah penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia.
Ke depan, Rizki menjelaskan, pihaknya akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha, guna memperkuat peran IIF dalam melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur.
Memasuki 2026, IIF juga bakal memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan. Perseroan telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, serta menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini.