AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Lagi, Tesla Pecat 200 Karyawan dari Divisi Autopilot

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 29 Juni 2022 10:10 WIB
Perusahaan produsen mobil listrik, Tesla Inc, lagi-lagi melakukan pemecatan terhadap ratusan karyawannya yang masuk ke dalam tim autopilot.
Lagi, Tesla Pecat 200 Karyawan dari Divisi Autopilot. (Foto: MNC Media)
Lagi, Tesla Pecat 200 Karyawan dari Divisi Autopilot. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan produsen mobil listrik, Tesla Inc, lagi-lagi melakukan pemecatan terhadap ratusan karyawannya yang masuk ke dalam tim autopilot, seperti yang diinformasikan oleh orang yang mengetahui kejadian tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/6/2022), orang yang dipecat tersebut merupakan pekerja yang dibayar selama per jam. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Elon Musk selaku CEO Tesla yang menyebut akan memotong 10 persen dari stafnya.

Tak hanya itu, Elon Musk juga mengatakan akan meningkatkan jumlah pekerjaan per jam.

Tim di kantor San Mateo ditugaskan untuk mengevaluasi data kendaraan pelanggan yang terkait dengan fitur bantuan pengemudi Autopilot dan melakukan apa yang disebut pelabelan data. Banyak dari staf adalah spesialis anotasi data, di mana seluruhnya merupakan pekerjaan dengan upah per jam, kata salah satu orang.

Sebelum tindakan pemecatan, kantor tersebut diketahui memiliki sekitar 350 karyawan, beberapa di antaranya sudah dipindahkan ke fasilitas terdekat dalam beberapa pekan terakhir

Sejauh ini, Tesla belum memberikan komentar apapun terkait isu tersebut.

Tesla saat ini tengah melakukan pemangkasan setelah melakukan perekrutan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang sekarang berbasis di Austin, Texas ini diketahui mempekerjakan 100.000 karyawan secara global saat membangun pabrik baru di Austin dan Berlin.

Musk sebelumnya memberikan pernyataan yang membuat para pekerja was-was pada awal bulan ini, ketika dia mengatakan PHK akan diperlukan dalam lingkungan ekonomi yang semakin goyah.

Dia mengklarifikasi dalam sebuah wawancara kepada Bloomberg bahwa sekitar 10% karyawan yang digaji akan kehilangan pekerjaan mereka selama tiga bulan ke depan, meskipun jumlah karyawan secara keseluruhan bisa lebih tinggi dalam setahun.

Upaya perampingan pemimpin pasar EV telah berfokus pada area yang tumbuh terlalu cepat. Beberapa pekerja sumber daya manusia dan insinyur perangkat lunak termasuk di antara mereka yang telah diberhentikan, dan dalam beberapa kasus, pemotongan telah memukul karyawan yang telah bekerja di perusahaan hanya beberapa minggu.

Di Buffalo, Tesla terus memperluas tim pelabelan data Autopilot, kata seseorang yang akrab dengan masalah tersebut. Tetapi staf di lokasi itu, yang melakukan peran yang sama, dibayar dengan tarif per jam yang lebih rendah daripada di San Mateo, kata orang itu.

Saat ini, saham Tesla melorot sebanyak 1% di akhir perdagangan Wall Street pada penutupan pagi tadi waktu Wib. Saham jatuh 34% tahun ini hingga penutupan Selasa, dibandingkan dengan penurunan 20% dalam Indeks SP 500. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD