sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lancarkan Agenda Reindustrialisasi, Kadin Gencarkan Pemetaan SDM Nasional

Economics editor Rohman Wibowo
24/06/2026 14:05 WIB
Upaya ini dilakukan untuk memastikan agenda reindustrialisasi memiliki dukungan tenaga kerja yang mumpuni demi mewujudkan target Indonesia Emas 2045.
Lancarkan Agenda Reindustrialisasi, Kadin Gencarkan Pemetaan SDM Nasional
Lancarkan Agenda Reindustrialisasi, Kadin Gencarkan Pemetaan SDM Nasional

Shinta menyoroti pentingnya langkah ini untuk menjawab tantangan strategis di masa mendatang. Menurutnya, pemetaan tersebut bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk mengantisipasi dinamika pasar tenaga kerja.

"Pemetaan harus mampu menjawab pertanyaan strategis mengenai kompetensi apa yang dibutuhkan industri lima hingga sepuluh tahun ke depan. Kita harus tahu berapa jumlah teknisi yang diperlukan di setiap sektor prioritas," jelas Shinta.

Shinta menitikberatkan, tanpa pemetaan yang tepat, Indonesia berisiko terus terjebak dalam paradoks tenaga kerja. Fenomena di mana perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja kompeten sementara banyak lulusan baru yang menganggur harus segera diakhiri.

Terkait solusi jangka panjang, Shinta mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Tekanannya bahwa keterlibatan aktif semua pihak, termasuk dunia usaha dan institusi pendidikan, akan menciptakan ekosistem yang sinergis.

"Kita memerlukan kemitraan yang erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah vokasi, hingga lembaga pelatihan. Presiden selalu mengatakan Indonesia Inc, yang artinya inilah kita semua," kata Shinta.

Lebih jauh, Shinta menekankan pentingnya merevitalisasi konsep link and match menjadi kemitraan yang lebih fungsional. Industri tidak boleh lagi diposisikan hanya sebagai pengguna, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan itu sendiri.

"Konsep link and match perlu ditingkatkan menjadi kemitraan strategis yang lebih mendalam. Industri harus menjadi mitra aktif dalam proses pendidikan dan pengembangan kompetensi," kata Shinta.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement