sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lanjutkan Semangat Bung Hatta, Kementerian PUPR Bangun 6,7 Juta Unit Rumah untuk MBR

Economics editor Michelle Natalia
07/08/2022 15:01 WIB
Total capaian pembangunan rumah 2015 – 2021 sebanyak 6,7 juta unit rumah dan ditargetkan meningkat 70 persen pada 2024 mendatang.
Lanjutkan Semangat Bung Hatta, Kementerian PUPR Bangun 6,7 Juta Unit Rumah untuk MBR. (Foto: MNC Media)
Lanjutkan Semangat Bung Hatta, Kementerian PUPR Bangun 6,7 Juta Unit Rumah untuk MBR. (Foto: MNC Media)

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan semangat Bung Hatta dalam mewujudkan perumahan rakyat menjadi teladan bagi Kementerian PUPR dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terlebih pada pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

“Semangat ini tentu semakin kita rasakan kebenarannya terutama saat pandemi seperti sekarang, di mana kebanyakan orang kini harus bekerja, belajar dan beribadah di rumah, maka kebutuhan akan rumah yang sehat, aman dan layak huni menjadi tumpuan dan memegang peranan penting. Karena hanya rumahlah yang menjadi tempat kita bernaung untuk melakukan isolasi atas deraan pandemi yang sedang kita hadapi,” kata Fatah dalam acara webinar Jejak Pemikiran Bung Hatta “Pejuang sederhana dan Pemikir yang Visioner”, Sabtu (6/8/2022).

Dalam mewujudkan apa yang telah dicita-citakan oleh Bung Hatta ini, Kementerian PUPR telah melakukan sejumlah langkah terkait penyediaan perumahan. Pada bidang pembiayaan, Kementerian PUPR terus menyalurkan bantuan subsidi bagi MBR di antaranya melalui bantuan fasilitas likuiditas  pembiayaan perumahan di mana pada tahun 2022 ini ditargetkan tersalur untuk 200 ribu unit rumah. 

“Ada juga bantuan-bantuan yang sifatnya memberi subsidi seperti subsidi selisih bunga, subsidi bantuan uang muka, skema-skema ini terus kami lakukan,” tambah Fatah.

Dari segi konsep, desain dan teknologi, Kementerian PUPR juga terus mengembangkan hunian vertikal dengan konsep transit oriented development (TOD) untuk meningkatkan aksesibilitas antara tempat tinggal dan tempat kerja masyarakat. Kemudian pengembangan perumahan skala besar;  pengembangan rumah instan sederhana sehat (RISHA), pengembangan rumah unggul sistem panel instan (RUSPIN) dan rumah modular lainnya.

“Untuk pembangunan rumah dengan waktu yang cepat kami menggunakan teknologi RISHA. Selain di Palu, belum lama ini Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan hunian tetap (huntap) di Lumajang bagi para korban letusan Gunung Semeru,” ungkap Fatah.

Melalui komitmen-komitmen ini diharapkan dapat menurunkan angka backlog serta menyediakan hunian layak dan sehat bagi masyarakat Indonesia, khususnya MBR.

(FRI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement