Bentuknya seperti kubah yang bisa berputar ke kiri dan kanan. Dengan fleksiblitas putaran turet itu, moncong kanon bisa di-setting terarah ke sasaran, meski kendaraan bergerak ke sembarang arah. Selain sepucuk kanon, tank boat ini juga dibekali dengan dua senapan mesin 12,7 mm, yang satu di antaranya bertengger di atap turet.
Uji coba tank boat Antasena pada Sabtu itu disaksikan Direktur Jenderal (Dirjen) Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan, Mayjen Dadang Harya Yudha dan jajaran direksi PT Pindad. PT Pindad dalam keterangannya menjelaskan bahwa uji coba berupa sea trial dan firing test dianggap berhasil, Antasena dinyatakan lolos dalam rangkaian uji coba tersebut.
Pengerjaan Antasena oleh PT Pindad
Antasena akan masuk dalam jajaran alat utama sistem kesenjataan (Alutsista) TNI AD dengan kontrak pembelian yang telah ditandatangani pada 2020. Produksinya dikerjakan PT Pindad, bekerja sama dengan PT Lundin Industry, perusahaan modal asing yang membawa teknologi persenjataan asal Swedia yang berdomisili di Banyuwangi.
Perlu waktu lima tahun untuk mengembangkan maket Antasena menjadi kendaraan tempur atas air. Kemenhan menyiapkannya untuk tugas operasi di rawa, laut, sungai, dan pantai (ralasuntai).
Kali pertama, pada akhir April, Antasena mencoba berenang meluncur di perairan Banyuwangi. Peristiwa itu pun menarik perhatian majalah elektronik terbitan Amerika Serikat bernama Popular Mechanics.