Dengan sistem yang terintegrasi, potensi perbedaan data perdagangan (disparitas data) antara Indonesia dengan mitra dagangnya dapat diminimalisir, sehingga proses pengawasan menjadi lebih akurat.
"Beberapa kan kita sudah lakukan juga yang untuk logistik. Kalau itu dikerjasamakan dengan negara lain, maka ekspor-import kita datanya bisa sama," tambah Airlangga.
Terkait kerja sama internasional, Airlangga mengungkapkan bahwa kawasan Asia Tenggara telah memiliki landasan yang kuat melalui mekanisme ASEAN Single Window.
Indonesia saat ini tengah fokus mengembangkan prototipe sistem yang dapat disinergikan secara penuh dengan negara-negara tetangga.
"Kita di ASEAN sudah punya ASEAN Single Window. Jadi kita tinggal bikin prototipenya saja," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)