AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Makin Menyebar, Kini Omicron Sudah Ada di 57 Negara

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Kamis, 09 Desember 2021 13:26 WIB
Covid-19 varian Omicron yang lebih ganas dibandin varian delta kini semakin menyebar, kini Omicron telah masuk dan meluas di 57 negara.
Makin Menyebar, Kini Omicron Sudah Ada di 57 Negara (FOTO: MNC Media)
Makin Menyebar, Kini Omicron Sudah Ada di 57 Negara (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Covid-19 varian Omicron yang lebih ganas dibandin varian delta kini semakin menyebar, kini Omicron telah masuk dan meluas di 57 negara.

Seperti dilapor Reuters, Kamis (9/12/2021) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Rabu 8 Desember kemarin mengumumkan secara resmi bahwa varian Omicron telah dilaporkan ada di setidaknya 57 negara di dunia, yang membuat tingkat keterisian rumah sakit dengan rawat inap akan meningkat. 

Dalam laporan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan masih lebih banyak data yang diperlukan untuk menilai tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh varian Omicron dan apakah mutasinya bisa  mengurangi perlindungan dari kekebalan yang dihasilkan dari vaksin Covid-19. 

Mengacu pada risiko infeksi ulang (reinfeksi), WHO menilai memang berdasarkan analisis awal mutasi yang ada dalam varian Omicron bisa mengurangi aktivitas penetralan antibodi yang mengakibatkan berkurangnya perlindungan dari kekebalan alami. Tapi, untuk memvalidasi analisa tersebut WHO menyebutkan masih lebih banyak data yang dibutuhkan. 

"Perlu lebih banyak data untuk menilai apakah mutasi yang ada pada varian Omicron dapat mengakibatkan berkurangnya perlindungan dari kekebalan yang diturunkan dari vaksin dan data tentang efektivitas vaksin, termasuk penggunaan dosis vaksinasi tambahan," bunyi keterangan WHO. 

WHO menyebutkan, bahkan jika tingkat keparahan Omicron ini  sama atau bahkan berpotensi lebih rendah daripada varian Delta, diprediksikan tingkat keterisian rumah sakit akibat rawat inap akan meningkat jika lebih banyak orang terinfeksi dan akan ada jeda waktu antara peningkatan kejadian kasus dan peningkatan kasus kematian. 

Sementara itu, kasus positif terkonfirmasi di Afrika Selatan sendiri dilaporkan meningkat dua kali lipat pada pekan per tanggal 5 Desember ini, dengan lebih menjadi 62000 kasus dan lonjakan sangat besar tercatat di 
Eswatini, Zimbabwe, Mozambique, Namibia dan Lesotho. 

Untuk diketahui per 24 November varian Omicron dilaporkan dari Afrika Selatan kepada WHO, dan langsung dua hari kemudian, Jumat 26 November 2021 dinyatakan WHO masuk sebagai varian of concern (VoC) alias varian yang patut diwaspadai, bersama dengan empat varian lainnya. Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD