AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18012.15
-0.42%
-75.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
0.00
-100%
-14319.50
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Maksimalkan Kinerja, Pengawas Perikanan Diminta Kuasai Penerapan UU Cipta Kerja

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Minggu, 19 Juni 2022 01:01 WIB
Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk implementasi program prioritas pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya di Indonesia.
Maksimalkan Kinerja, Pengawas Perikanan Diminta Kuasai Penerapan UU Cipta Kerja (foto: MNC Media)
Maksimalkan Kinerja, Pengawas Perikanan Diminta Kuasai Penerapan UU Cipta Kerja (foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta seluruh jajarannya di bidang pengawasan perikanan untuk benar-benar menguasai penerapan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk implementasi program prioritas pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya di Indonesia.

"Wajib hukumnya meningkatkan pengetahuan para Pengawas Pembudidayaan Ikan, agar lebih piawai dalam mengimplementasikan UU Cipta Kerja, dengan mengedepankan pengawasan secara terkoordinasi, terencana dan terstruktur," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

Menurut Adin, kegiatan pengawasan usaha pembudidayaan ikan membutuhkan pengetahuan menyeluruh dan komprehensif tentang prinsip-prinsip budidaya ikan yang baik, mulai dari pemenuhan perizinan berusaha, pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan, hingga pengelolaan limbah hasil kegiatan budidayanya.

Untuk itu, menurut Adin, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) pengawasan pembudidayaan ikan yang diselenggarakan di Yogyakarta, pada tanggal 14 - 17 Juni 2022 lalu.

Dijelaskannya, kegiatan Bimtek bertujuan untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam melaksanakan tugas pengawasan usaha dan produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Bidang Perikanan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Kemudian pembekalan teori fokus pada identifikasi taksonomi ikan dan pengelolaan limbah budidaya ikan dengan memberikan pencerahan tentang tata cara pengawasan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) subsektor pembudidayaan ikan, pengetahuan dasar pengelolaan/ penanganan limbah, identifikasi jenis ikan yang membahayakan dan merugikan, serta tata cara pengenaan denda administratif bagi pembudidaya/ unit usaha perikanan yang tidak memenuhi pengelolaan lingkungan hidup atau Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Adin menambahkan, para pengawas pembudidayaan ikan melakukan uji praktik langsung dengan didampingi oleh para pemateri dari Pusat Riset Biosistematika dan Evaluasi BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pemateri dari internal Direktorat Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Uji praktik langsung mengacu pada juknis turunan dari Undang-Undang Cipta kerja untuk memberikan pemahaman dan ketelitian dalam dalam mengidentifikasi jenis ikan yang di budidayakan, serta penanganan air limbah di unit usaha perikanan.

"Pengawasan terhadap kegiatan usaha pembudidayaan ikan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan usaha sesuai dengan standar pelaksanaan kegiatan usaha dan kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha," tegas Adin. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD