Dalam pernyataan terpisah, Bank Negara Malaysia mengatakan bahwa inflasi utama triwulanan meningkat menjadi 1,6 persen dari 1,3 persen pada kuartal sebelumnya, sementara inflasi inti melambat menjadi 2,1 persen dari 2,3 persen.
Menurut bank sentral, inflasi utama yang lebih tinggi mencerminkan dampak awal dari konflik di Timur Tengah.
Bank Negara Malaysia meyakini ekonomi negara itu akan tetap tangguh sepanjang 2026, dengan pertumbuhan tahunan diperkirakan berada dalam kisaran 4-5 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)