"Termasuk yang melayani jasa bursa aset kripto. Kasus kalah bayar, owner meninggal, serangan siber, semua berpotensi terjadi," terangnya.
Ia memberikan contoh kasus melalui film di Netflix berjudul "Trust No One: The Hunt for the Crypto King". Di mana dalam film tersebut menceritakan kejadian yang saat ini banyak dilakukan, yaitu sebagian orang percaya dan memilih berinvestasi melalui trading atau crypto.
Kemudian Heru pun mengunggah di akun Instagram miliknya @sutadiheru, beberapa investasi bodong, memakan korban tidak sedikit hingga mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.
Oleh karena itu, kata Heru, masyarakat diminta terang-terangan jika menjadi korban penipuan modus investasi tersebut. Serta jangan pernah mudah percaya dengan iming-iming keuntungan melimpah, dan cepat. Alih-alih ingin mendapatkan keuntungan, malah berujung kerugian yang fatal.
"Jadi jangan percaya pada siapapun," katanya.
"Kalau gunakan robot, ya robot harus bisa dipakai untuk bursa berbeda, alat berbeda atau platform berbeda. Kalau robotnya hanya bisa disatu metode saja, itu pasti penipuan," tambahnya.