sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mendag Jamin Stok dan Harga Minyakita Terkendali, Andalkan Pasokan BUMN Pangan

Economics editor Rohman Wibowo
18/02/2026 12:22 WIB
Mendag menekankan pasokan minyak goreng tetap terjaga, seiring ada bantuan stok dari BUMN sektor pangan.
Mendag Jamin Stok dan Harga Minyakita Terkendali, Andalkan Pasokan BUMN Pangan. (Foto: Rohman/ iNews Media Group)
Mendag Jamin Stok dan Harga Minyakita Terkendali, Andalkan Pasokan BUMN Pangan. (Foto: Rohman/ iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan pasokan minyak goreng tetap terjaga, seiring ada bantuan stok dari BUMN sektor pangan. Seturut itu, harga minyak goreng bisa dikontrol melalui pasokan sejumlah perusahaan pelat merah.

Pasokan stok minyak goreng yang dimaksud Budi merujuk Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 43 Tahun 2025 yang mewajibkan 35 persen penyaluran Minyakita dilakukan oleh BUMM seperti ID Food dan Bulog. 

"Setelah ada Permendag (43/2025) di mana 35 persen BUMN pangan wajib memasok ke konsume, cenderung (harga) menurun," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Budi meyakini pasokan Minyakita dari BUMN pangan bakal menjaga ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng selama Ramadan 2026. Minyak goreng selama ini menjadi tumpuan utama pengolahan makanan, terlebih saat momen bulan puasa.

Ke depan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemasok Minyakita guna memantau distribusi sampai ke tangan pedagang, sebelumnya akhirnya dibeli konsumen.

"Harapannya selama Ramadan ini harga terkendali, pasokan cukup dan terus kami melakukan monitor secara fisik, dan melalui SP2KP, dan kemarin kami juga sudah kumpulkan para pemasok, kami akan terus koordinasi sehingga kita semua dapat menikmati atau merayakan ramadhan ini dengan harga yang stabil," urai Budi.

Merujuk tabel harga Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) per Selasa (17/2/2026), terpantau harga minyak goreng curah pun merangkak naik sebesar Rp19.450 per liter atau naik Rp500. Minyak goreng kemasan bermerek 1 dan 2 juga naik, dengan masing-masing harga Rp22.850 dan Rp21.900 per liter.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement