sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menilik Sejarah Resesi Ekonomi di Indonesia Sejak Merdeka

Economics editor Ratih Ika Wijayanti
15/04/2022 15:00 WIB
Sejarah resesi ekonomi di Indonesia menjadi perbincangan sejak beberapa negara mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir.
Menilik Sejarah Resesi Ekonomi di Indonesia Sejak Merdeka. (Foto: MNC Media)
Menilik Sejarah Resesi Ekonomi di Indonesia Sejak Merdeka. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Bagaimana sejarah resesi ekonomi di Indonesia? Pertanyaan ini menjadi penting sejak beberapa negara mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir. Sedikitnya ada sembilan negara yang telah mengalami resesi karena pandemi Covid-19. Beberapa negara tersebut antara lain Amerika Serikat (AS), Jerman, Perancis, Italia, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Filipina.

Lalu, bagaimana dengan sejarah resesi ekonomi di Indonesia? IDXChannel merangkumnya sebagai berikut. 

Sejarah Resesi Ekonomi di Indonesia

Resesi merupakan penurunan signifikan kegiatan ekonomi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Resesi juga dinilai sebagai bagian yang tak terhindarkan dari siklus perekonomian di dunia. 

Selama pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia, kegiatan perekonomian negara-negara di dunia mengalami gejolak. Tidak terkecuali Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS),  pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 minus sebesar 5,32 persen. Hal ini berarti jika tren minus tersebut berlangsung hingga kuartal III tahun 2020, maka Indonesia akan mengalami sebuah resesi ekonomi.

Namun, menurut Laporan World Economic Outlook (WEO) International Monetary Fund (IMF) edisi Januari 2022 yang dilansir dari laman resmi Kemenkeu.go.id, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,9% di tahun 2021. 
Meski terbebas dari resesi ekonomi tahun ini, rupanya indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus ini sejak masa kemerdekaannya. 

Pertumbuhan Ekonomi Minus Indonesia pada 1998

Menurut data BPS tahun 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I tahun 1998 mengalami minus sebesar 12,23 persen dibandingkan semester yang sama tahun 1997. Menurut Kepala BPS pada masa itu, Sugito Suwito, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan negatif, kecuali sektor pertanian. 

BPS kemudian melakukan koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi untuk periode Januari sampai September 1998 dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi menjadi 13,59 persen. Pertumbuhan ekonomi yang minus ini bahkan berlangsung hingga akhir tahun. Selanjutnya, BPS menyebut secara agregat perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13,45 persen dibandingkan tahun 1997 pada November 1998.

Faktor Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1998

Menurut laporan tahun 1998, faktor dominan penyebab minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1998 disebabkan karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah. Rupiah mengalami depresiasi hingga lebih dari 80 persen sejak awal Juli sehingga menyebabkan beban ekonomi yang berlebih pada negara. 

Ambruknya nilai rupiah ini sangat menyulitkan terutama untuk membiayai impor barang dan pembayaran utang negara. Sehingga tak heran, jika Indonesia memiliki utang luar negeri yang fantastis pada tahun 1998 yakni mencapai USD138 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak USD20 miliar utang luar negeri Indonesia jatuh tempo pada tahun yang sama. Padahal, Indonesia hanya memiliki cadangan devisa sebanyak USD14,44 miliar pada saat itu.

Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

Dilansir dari Kemenkeu.go.id, meski sempat mengalami pertumbuhan ekonomi minus pada kuartal II tahun 2020, namun ekonomi Indonesia menguat di tahun 2021 dan 2022. Kuatnya Perekonomian Indonesia ini dinilai akan berlanjut hingga tahun 2023 mendatang. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia dalam penanganan pandemi sehingga pemulihan ekonomi Indonesia relatif cepat. 

Kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021 serta fokus penciptaan tenaga kerja selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022, menjadi faktor penting pertumbuhan ekonomi.

Itulah sejarah resesi ekonomi di Indonesia sejak merdeka yang berhasil dirangkum IDXChannel dari berbagai sumber. Indonesia perlu menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif dengan memperkuat kebijakan di berbagai sektor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement