AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Menkes Sarankan Orang Kaya di RI Investasi Bio-Technology Starup

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Selasa, 15 Juni 2021 15:47 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan para pengusaha kaya atau orang kaya di Indonesia untuk menginvestasikan dananya ke dunia kesehatan.
Menkes Sarankan Orang Kaya di RI Investasi Bio-Technology Starup (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan para pengusaha kaya atau orang kaya di Indonesia untuk menginvestasikan dananya ke dunia kesehatan, salah satu yang jadi perhatian seperti terapi kanker.

"Kedepannya, cancer treatment enggak akan pakai radiologi lagi, dihajar sel kankernya, tapi nanti akan dilakukan pengobatan bio-similar di mana nanti T-cell atau sel pembunuhnya didisain khusus untuk mematikan cancernya secara biologi," terang Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6/2021). 

Ya, obat-obatan dan pengobatan atau terapi yang berbasis bio technology atau protein base itu sudah mulai dikembangkan beberapa negara salah satunya di Korea Selatan. Itu kenapa ia cukup yakin industri bio technology akan pesat perkembangannya di masa depan. 

Karena itu, Menkes Budi mengimbau kepada investor Indonesia yang saat ini sudah banyak yang kaya raya, jangan hanya fokus ke information technology startup. "Tapi, mulai fokus juga ke biotechnology startup," sarannya. 

Korea Selatan menjadi contoh nyata bagi Menkes Budi bahwa bio technology benar-benar berkembang pesat dan ada angin segar dari industri tersebut di kemudian hari. 

"Di negara itu, saya lihat sudah mengembangan gen therapy, stem cell therapy, pun vaksin-vaksin yang cepat seperti Moderna dan Pfizer juga," terangnya. Yang mana, sambung Menkes Budi, Moderna dan Pfizer itu adalah perusahaan kecil atau startup yang kini mulai mendominasi vaksin di dunia.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD