Sebagai contoh, selama hampir dua dekade masa jabatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan (baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden Joko Widodo), Sri Mulyani selalu menjadi aktor tunggal yang berdiri di podium DPR setiap bulan Mei untuk memaparkan asumsi makro ekonomi.
Menteri Keuangan era terdahulu memegang peran penuh mulai dari pembacaan target pertumbuhan ekonomi, asumsi inflasi, nilai tukar rupiah, hingga mendengarkan dan menjawab langsung pandangan fraksi-fraksi di DPR secara teknokratik.
Dengan diambil alihnya pidato KEM-PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo, pemerintah tampaknya ingin memberikan sinyal politik-ekonomi yang kuat kepada pasar dan parlemen bahwa program-program strategis, termasuk kelanjutan eskalasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), dikendalikan dan dijamin langsung di bawah komando sang kepala negara.
(Nur Ichsan Yuniarto)