IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menegaskan, kondisi perekonomian di Indonesia masih sangat solid di tengah konflik geopolitik yang saat ini tengah memanas.
"Di tengah gejolak ini Indonesia relatif ekonominya masih solid, bahkan Managing Director IMF mengatakan dalam spring meeting Indonesia adalah bright spot di Indo-Pasific," kata Airlangga dalam sambutannya dalam HUT Persaja ke 75 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dia menambahkan, perekonomian global di tahun 2026, diproyeksikan melambat. Konflik Timur Tengah masih menjadi risiko utama, di mana harga minyak bergerak dari 90-120 dan per kemarin harganya sekitar WTI di level 101 dollar perbarel sedangkan brent 108.
"Secara year to date itu berubahnya sebesar 77 persen, namun Indonesia berdasarkan data dari Bloomberg potensi risiko untuk resesi untuk di Indonesia dibandingkan negara lain lebih kecil," katanya.
"Jadi Indonesia diperkirakan hanya 5 persen sedangkan Amerika maupun Kanada itu di atas 30 persen, demikian pula Jepang dan China," lanjutnya.
Dia melanjutkan, di tengah gejolak ini Indonesia relatif ekonominya masih solid, bahkan Managing Director IMF mengatakan dalam spring meeting Indonesia adalah bright spot di Indo-Pasific.
Asian Development Bank juga mengatakan pertumbuhan Indonesia diperkirakan di tahun 2026 tetap di atas 5 persen, dikatakan 5,2 persen.
"JP Morgan juga mengatakan Indonesia adalah negara ke 2 yang paling tahan krisis, yang pertama adalah Afrika Selatan. Jadi, ini ditopang oleh produksi batubara yang digunakan dalam negeri, kemudian gas, dan kemampuan kita untuk mendorong renewable energy," kata dia.
Dia menerangkan, ekonomi Indonesia ini di kuartal ke 2, inflasinya masih rendah 2,42 persen, Indeks Keyakinan Konsumen di level 122,9, lalu neraca dagang sampai Maret positif 3,32 miliar.
Angka itu surplus selama 71 bulan berturut-turut, sehingga Indonesia masih solid.
"Kemudian kredit tumbuh di 9,49 persen kemudian situasi yang menjadi perhatian adalah rupiah melemah, tapi melemah rupiah itu tidak hanya Indonesia, tapi berbagai negara lain juga melemah akibat perang ini," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)