IDXChannel – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi, menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah guncangan geopolitik global. Hal ini didukung Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terjaga di atas 125 serta aktivitas manufaktur (PMI) yang tetap di level ekspansif (di atas 50).
Karakteristik Indonesia sebagai produsen energi dan eksportir komoditas bersih (net commodity exporter) menjadi landasan utama.
Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang mencapai Rp815 triliun (tumbuh 31,4 persen) pada kuartal I menjadi motor penggerak aktivitas domestik.
"Di tengah dinamika global yang masih diwarnai tekanan geopolitik ini, ekonomi Indonesia relatif menunjukkan ketahanan yang cukup terjaga. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif solid dibandingkan dengan sejumlah negara lain," kata Hery dalam konferensi pers kinerja kuartal I BRI, Kamis (30/4/2026).
Kondisi ekonomi nasional yang kuat berimbas langsung pada neraca keuangan BRI. Emiten berkode saham BBRI ini mencatat pertumbuhan aset sebesar 7,2 persen menjadi Rp2.250 triliun.
Pertumbuhan ini didorong penyaluran kredit yang meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama sebesar Rp1.211 triliun.