Dia menambahkan, ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang memerlukan kebijakan terintegrasi, kerangka implementasi yang jelas, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, rendah emisi, dan efisien dalam pemanfaatan sumber daya.
“Kita membutuhkan sinergi yang kuat agar transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga inklusif dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pakar BA Center Laode M Kamaluddin menilai ekonomi hijau merupakan paradigma pembangunan baru yang harus segera diarusutamakan dalam kebijakan pembangunan nasional.
“Model pembangunan konvensional yang terlalu bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam kini mulai menunjukkan berbagai keterbatasannya. Karena itu, transisi menuju ekonomi hijau harus dipercepat agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Laode.