AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

MenPANRB Pastikan Rekrutmen ASN di 2022 Hanya PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Selasa, 18 Januari 2022 07:30 WIB
Untuk sementara rekrutmen TA 2022 difokuskan pada PPPK, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar kependidikan (guru) dan tenaga kesehatan.
MenPANRB Pastikan Rekrutmen ASN di 2022 Hanya PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan
MenPANRB Pastikan Rekrutmen ASN di 2022 Hanya PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan

IDXChannel - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah akan melakukan rekrutmen ASN tahun ini. Namun begitu rekrutmen ASN akan difokuskan pada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Untuk sementara rekrutmen TA 2022 difokuskan pada PPPK terlebih dahulu, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar kependidikan (guru) dan tenaga pelayanan kesehatan,” katanya, Senin (17/1/2022).

Dia mengatakan hal tersebut dilakukan karena saat ini pemerintah tengah melakukan transformasi digital menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sehingga perlu dikaji secara menyeluruh dampaknya kepada kebutuhan ASN di semua Instansi Pemerintah.

Apalagi menurutnya jabatan pelaksanaan akan berkurang dengan adanya transformasi digital tersebut.

“Kondisi saat ini lebih dari sepertiga ASN menempati jabatan pelaksana yang diperkirakan 30-40% akan berkurang kebutuhannya seiring dengan progres transformasi digital yang dicanangkan pemerintah,” ungkapnya.

Selain dia juga menilai perlu peningkatan kapasitas agar pegawai yang ada mampu melakukan pekerjaan yang dibutuhkan di masa mendatang.

“Perlu dipersiapkan strategi alih tugas melalui upskilling dan re-skilling mereka agar mampu melaksanakan pekerjaan yang masih akan dibutuhkan kedepan,” pungkasnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD