sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis

Economics editor Riyan Rizki Roshali
30/01/2026 17:04 WIB
Mensesneg menyebut pembentukan Perminas merupakan arahan dari Presiden Prabowo untuk mengelola mineral-mineral strategis di Indonesia.
Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis. (Foto: iNews Media Group)
Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Hal itu bertujuan untuk mengelola mineral-mineral strategis di Indonesia.

“Justru itu (Perminas arahan) dari Bapak Presiden. Untuk supaya kita diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita yang terutama mineral-mineral yang strategis ya,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Dia menjelaskan pertimbangan membentuk Perminas di luar dari Holding Industri Pertambangan MIND ID karena sejauh ini belum ada perusahaan yang mengelola mineral kritis di Indonesia.

“Ya pasti ada pertimbangannya. Ya itu tadi, mineral kritis. Apa lagi yang harus dijelaskan itu? Itu kan sederhana saja ini kan. Mineral banyak, sudah ada yang dikelola, sudah ada perusahaan. Ini khusus yang mineral kritis,” ujar dia.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan terkait perbedaan fundamental antara MIND ID dan Perminas. Menurutnya, MIND ID merupakan perusahan holding dengan spesialisasi yang berbeda-beda, misalnya Antam komoditas emas dan nikel, PT Bukit Asam (PTBA) batu bara, PT Inalum aluminium dan Freeport Indonesia mengelola tembaga.

Sedangkan, Perminas memiliki spesialisasi di logam tanah jarang atau rare earth element.

“Ya kan kalau MindID kan holding company ya. Tapi kalau kita lihat satu-satu, misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu Batu Bara, ada Inalum, ada Aneka Tambang, dan juga ada Freeport,” ungkapnya.

“Ya kan memang itu beda-beda kan ya. Industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di Nikel, dan juga di Emas. Ya kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,” sambung dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement