sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
23/03/2026 06:45 WIB
Dunia saat ini memang sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya
Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan (FOTO:iNews Media Group)
Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Ancaman krisis pangan global kembali menghantui dunia. Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut ke level rekor pada 2026. 

Jika konflik berkepanjangan dan harga energi dunia tetap tinggi, hampir 45 juta orang tambahan diperkirakan bisa jatuh ke dalam kondisi rawan pangan akut. Situasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan kini menjadi isu strategis global yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan dunia saat ini memang sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak bergantung pada negara lain.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujar Mentan Amran, Minggu (22/03/2026).

Ia menjelaskan kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada 2022. Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement