sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
23/03/2026 06:45 WIB
Dunia saat ini memang sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya
Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan (FOTO:iNews Media Group)
Mentan Sebut Dunia Hadapi Ancaman Krisis Pangan (FOTO:iNews Media Group)

Deregulasi ini memangkas rantai birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi, dan menurunkan biaya produksi petani.

“Kalau regulasi terlalu banyak, program tidak akan jalan. Karena itu kita pangkas regulasi yang menghambat agar produksi bisa naik lebih cepat,” kata Amran.

Reformasi paling signifikan terjadi pada tata kelola pupuk. Jika sebelumnya distribusi pupuk melibatkan ratusan regulasi dan persetujuan berlapis lintas daerah, kini mekanisme dipangkas menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia hingga ke petani. Dampaknya sangat besar, biaya pupuk turun hingga 20 persen dan volume pupuk meningkat 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.

“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain deregulasi, transformasi modernisasi pertanian juga menjadi kunci peningkatan produksi nasional. Mekanisasi pertanian memungkinkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta mendorong indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun. Efisiensi tersebut menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement