sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Sebut Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Hasilkan Rp15 Ribu Triliun

Economics editor Tangguh Yudha
27/02/2026 13:51 WIB
Mentan: Hilirisasi tiga komoditas strategis yakni kelapa, gambir, dan crude palm oil (CPO) berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga Rp15 ribu triliun.
Mentan Sebut Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Hasilkan Rp15 Ribu Triliun. (Foto iNews Media Group)
Mentan Sebut Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Hasilkan Rp15 Ribu Triliun. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi tiga komoditas strategis yakni kelapa, gambir, dan crude palm oil (CPO) berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga Rp15 ribu triliun bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, hilirisasi merupakan bagian dari kepemimpinan strategis untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah agar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

“Seluruh kekayaan kita dihilirisasi. Jangan ekspor mentah. Nilai tambahnya harus untuk rakyat,” ujarnya dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (27/2/2026).

Pada komoditas kelapa, kata dia, peluang hilirisasi semakin terbuka lebar seiring pergeseran pola konsumsi pangan global. Salah satunya terjadi di China, yang mulai beralih dari susu hewani seperti susu sapi dan kambing ke susu nabati berbasis kelapa atau coconut milk.

“Ini coconut milk. Itu ada pergeseran pangan di China, itu dari susu sapi kambing bergeser ke susu yang dari kelapa. Ini nilainya ini total itu bisa potensi Rp5.000 triliun,” kata dia.

Selain kelapa, Amran juga menyoroti komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen bahan baku gambir dunia, namun proses pengolahan lanjutan masih banyak dilakukan di luar negeri.

“Gambir kita diekspor ke India, lalu dijual kembali oleh India ke Amerika. Potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” katanya.

Sementara pada komoditas CPO, Indonesia menguasai sekitar 60–70 persen pasar global. Melalui strategi penguatan program biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambah dari sektor ini dinilai dapat meningkat signifikan.

“Baru tiga komoditas saja yang dihilirisasi bisa menghasilkan Rp15 ribu triliun,” ujarnya.

Amran menekankan, transformasi hilirisasi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan (survival) dan martabat bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Sungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja. Jangan hanya berdoa, tapi juga harus bertindak. Indonesia harus dipaksa maju,” kata Amran.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement