IDXChannel - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal memasifkan hilirisasi sejumlah komoditas potensial dalam negeri demi membersamai upaya pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi 8 persen di akhir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Jadi berbicara investasi, ini memang cukup krusial bagi negara kita, karena angka investasi ini memberikan kontribusi kurang lebih hampir sekitar 30 persen daripada pertumbuhan ekonomi," kata Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Setidaknya, kata dia, ada 28 komoditas yang siap dilakukan hilirisasi sesuai dengan kerangka kerja pemerintah dalam memacu investasi. Komoditas yang berkaitan dengan sumber daya alam untuk industri pertambangan disebut prospektif mendongkrak minat investasi, yang ujungnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Misalnya saja, mineral kritis yang di dalamnya memuat nikel hingga logam tanah jarang. Menurut Todotua, banyak negara lain atau investor asing yang ingin mengeksplorasi dan mengeksploitasi daya tersebut.