Salah satunya Amerika Serikat (AS) yang kesepakatannya sudah tertuang dalam kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS di Washington DC, belum lama ini. Dia memastikan akses investasi mineral kritis tersebut tetap mewajibkan hilirisasi di dalam negeri.
"Ada angka juga yang sangat signifikan kontribusinya itu dalam konteks yang dinamakan hilirisasi, atau orang kenal dengan downstream. Ada konsolidasi angka sekitar Rp500 hampir Rp585 triliun, kurang lebih memberikan 30 persen daripada konfigurasi realisasi investasi," kata Todotua.
"Angka-angka ini sangat penting dan memang harus kita kelola dan growth pertumbuhannya dalam konsolidasi Rp13.000 triliun," ujarnya.
Ribuan triliunan rupiah yang dikatakan Todutua merujuk pada target realisasi investasi mencapai Rp13.032 triliun hingga 2029, yang berasal dari skema Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).