Selain kelapa, Amran juga menyoroti komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen bahan baku gambir dunia, namun proses pengolahan lanjutan masih banyak dilakukan di luar negeri.
“Gambir kita diekspor ke India, lalu dijual kembali oleh India ke Amerika. Potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” katanya.
Sementara pada komoditas CPO, Indonesia menguasai sekitar 60–70 persen pasar global. Melalui strategi penguatan program biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambah dari sektor ini dinilai dapat meningkat signifikan.
“Baru tiga komoditas saja yang dihilirisasi bisa menghasilkan Rp15 ribu triliun,” ujarnya.
Amran menekankan, transformasi hilirisasi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan (survival) dan martabat bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.