Amran menilai MBG telah membentuk ekosistem ekonomi pangan yang terintegrasi, mulai dari produksi di tingkat petani hingga distribusi ke masyarakat.
“Dari sawah, kandang, hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Dia menambahkan, meningkatnya permintaan terhadap komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, dan sayuran diperkirakan akan mendorong produksi nasional sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.
“Ini akan menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta memperkuat peran UMKM di sektor pangan,” katanya.
(NIA DEVIYANA)