AALI
10225
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1600
ACES
1445
ACST
288
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1200
ADMF
7975
ADMG
226
ADRO
1850
AGAR
352
AGII
1550
AGRO
1980
AGRO-R
0
AGRS
212
AHAP
64
AIMS
416
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
4380
AKSI
442
ALDO
725
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
514.73
-0.83%
-4.29
IHSG
6623.65
-0.53%
-35.12
LQ45
968.31
-0.83%
-8.12
HSI
25756.44
1.36%
+346.69
N225
29213.04
0.65%
+187.58
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
803,589 / gram

Menteri Bahlil Bingung, Target Investasi Naik Rp1.200 Triliun Tapi Anggaran Turun

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Selasa, 08 Juni 2021 17:02 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bingung, ketika target meningkat namun anggaran kementerian yang dipimpinnya justru turun.
Menteri Bahlil Bingung, Target Investasi Naik Rp1.200 Triliun Tapi Anggaran Turun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan realisasi investasi di 2022 mencapai Rp1.200 triliun. Namun Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bingung, ketika target meningkat namun anggaran kementerian yang dipimpinnya justru turun.

Untuk itu Bahlil berharap Komisi VI DPR dapat menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp608 miliar di 2022. Pasalnya pagu indkatif yang ditetapkan pada 2022 hanya sebesar Rp711 miliar.


“Kami jujur saja, anggaran kita Rp930 miliar 2021 itu target yang diberikan Presiden Jokowi Rp900 triliun. Tetapi begitu naik (target investasi di 2022) Rp1.200 triliun anggaran kita turun. Saat masih badan (BKPM) anggaran kita tinggi, begitu naik jadi Kementerian, anggaran kita diturunkan. Nah itu, saya juga bingung.  Tapi itulah nasib, abdi negara yang begini, ya mau gimana lagi kita curhat selain ke pimpinan (DPR),” kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, Selasa (8/6/2021).

Berdasarkan Pagu Indikatif Belanja Kementerian/Lembaga Tahun 2022, Kementerian Investasi/BKPM mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp711,5 miliar.  Turun dari anggaran 2021 sebesar Rp930 miliar.

Untuk itu, Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR tersebut, mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp608,5 miliar. Surat permintaan tambahan anggaran ini juga sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bappenas.

“Besar harapan kami dan doa zikir serta pergumulan, dari seluruh pejabat, pimpinan dan karyawan Kementerian Investasi, surat ini kitanya dapat dipahami dan dapat diperjuangan Komisi VI,” ujar Bahlil. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD