Kondisi tebing yang relatif terjal dan terdapat material lepas juga masih berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dody mengatakan dampak gempa pada sejumlah titik juga menyebabkan longsoran yang menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum. Kondisi tersebut menyebabkan air yang dialirkan melalui sistem penyediaan air minum menjadi keruh akibat masuknya material tanah.
“Memang di beberapa titik di Manggarai dan beberapa tempat lainnya, gempa menyebabkan longsoran di sana-sini. Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu. Di beberapa tempat, air yang seharusnya keluar bersih dari SPAM sekarang menjadi cokelat karena banyak material tanah. Ini yang akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU memperkuat tim di lapangan, khususnya untuk menangani dampak pada sungai dan layanan air bersih.
“Karena sudah menyangkut sungai, penanganannya cukup kompleks. Dirjen Sumber Daya Air akan segera berangkat didampingi teman-teman Balai Teknik Sungai, agar penanganan sungai di beberapa kabupaten bisa lebih cepat dan efisien, serta kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera tercukupi,” katanya.
Kementerian PU juga mulai menyiapkan tangki-tangki air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Penempatan dan distribusinya akan dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai kebutuhan di lapangan.
(Nur Ichsan Yuniarto)