"Pertama, memposisikan laut sebagai prioritas strategis ekonomi, lingkungan, dan geopolitik, sekaligus menyoroti perannya sebagai infrastruktur dasar bagi pertumbuhan global, stabilitas iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial," katanya.
Kemudian kedua, mendukung adanya dialog dan kolaborasi tingkat sistem melalui arsitektur OIS 2026. Ketiga, mengkatalisasi aksi, kemitraan, dan investasi dengan mendukung identifikasi, diskusi, serta pengumuman inisiatif kolaboratif, platform, dan jalur investasi yang dapat meluas melampaui OIS 2026.
Keempat, memperkuat keselarasan dan koherensi di antara para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, industri, organisasi internasional, inovator, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil, untuk mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)