AALI
9900
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1575
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1065
ADMF
7825
ADMG
199
ADRO
1945
AGAR
328
AGII
1505
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1085
AKRA
4310
AKSI
398
ALDO
865
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.33
0.12%
+0.59
IHSG
6617.25
0.2%
+13.46
LQ45
946.18
0.06%
+0.59
HSI
24234.29
0.99%
+237.42
N225
28775.38
-0.3%
-85.24
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Miris! Kesejahteraan Petani Masih Jauh dari Berkecukupan, Ini Kata Wapres

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Senin, 13 September 2021 15:50 WIB
Berdasarkan data BPS tahun 2020 menurut sumber penghasilan utama, jumlah rumah tangga tergolong miskin di Indonesia sebagian besar berasal dari sektor pertanian
Miris! Kesejahteraan Petani Masih Jauh dari Berkecukupan, Ini Kata Wapres (FOTO:MNC Media)
Miris! Kesejahteraan Petani Masih Jauh dari Berkecukupan, Ini Kata Wapres (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021, lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah sektor pertanian, kehutanan, dan Perikanan, yaitu sebesar 29,59%.  

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Lapangan kerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,36% dibandingkan Februari 2020 yakni 29,23%,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 202” di Istana Wakil Presiden, Senin (13/9/2021). 

Namun begitu peningkatan ini belum dibarengi dengan kesejahteraan para petani. Menurutnya kesejahteraan petani masih jauh dari berkecupan. 

“Namun demikian kita juga mencatat bahwa kehidupan para petani terutama untuk tanaman pangan, seperti padi, bisa dikatakan masih jauh dari berkecukupan,” ungkapnya. 

Dia menyebut berdasarkan data BPS tahun 2020 menurut sumber penghasilan utama, jumlah rumah tangga tergolong miskin di Indonesia sebagian besar berasal dari sektor pertanian yaitu 46,30%. 

“Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemerintah yang harus diselesaikan,” ujarnya. Maruf menilai inovasi dan terobosan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

“Melalui antara lain reformasi pertanian, intensifikasi produksi, dan peningkatan akses pasar menjadi upaya nyata yang harus diimplementasikan pelaksanaannya di lapangan secara konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD