AALI
8800
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4400
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
318
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1560
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
398
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.95
-1.1%
-5.96
IHSG
7088.59
-1.25%
-89.99
LQ45
1014.11
-1.12%
-11.53
HSI
17729.59
-1.14%
-203.68
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

MNC Land (KPIG) Resmi Kantongi PP Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 17 Juni 2021 09:50 WIB
KEK MNC Lido City dikelilingi oleh populasi lebih dari 70 juta jiwa dan akses langsung jalan tol dari Jakarta.
MNC Land (KPIG) Resmi Kantongi PP Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City (FOTO:MNC Media)
MNC Land (KPIG) Resmi Kantongi PP Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata MNC Lido City yang dimiliki oleh PT MNC Land Tbk (KPIG) melalui anak perusahaannya PT MNC Land Lido, secara resmi telah mendapat status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021 tanggal 16 Juni yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. KEK MNC Lido City dengan luas area 1.040 ha berlokasi di Kabupaten Bogor, dalam wilayah Jabodetabek.

Dengan terbitnya PP tentang KEK Pariwisata Lido ini, secara praktis seluruh investor dan pelaku usaha di dalam KEK MNC Lido City sudah dapat menikmati insentif yang melekat pada kawasan ekonomi khusus, yaitu insentif pajak berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), PPh Badan, Cukai, dan Bea Masuk Impor, serta berbagai keuntungan bagi investor terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, dan/atau fasilitas serta kemudahan lainnya.

Sekedar informasi, KEK MNC Lido City yang dimiliki sepenuhnya oleh KPIG, merupakan world-class entertainment hospitality city seluas 3.000 ha di Jabodetabek. KEK MNC Lido City dikelilingi oleh populasi lebih dari 70 juta jiwa dan akses langsung jalan tol dari Jakarta.

Terletak di antara 2 gunung, KEK MNC Lido City bertemperatur nyaman antara 22-25Ëš C sepanjang tahun karena berlokasi diketinggian sekitar 600 meter diatas permukaan laut. MNC Lido City merupakan KEK Pariwisata terdekat dari Jakarta dan yang pertama di Jabodetabek.

Nantinya, KEK MNC Lido City akan menjadi kebanggaan nasional dan destinasi wisata baru di Indonesia, yang dibangun dengan konsep entertainment hospitality, dimana pilar utamanya adalah fasilitas entertainment yang bersinergi dengan media milik MNC Group, serta premium outlet, food & beverages, retail & dining, berbagai hotel yang memadai, commercial data center, dan beragam pengembangan lainnya.

MOU juga telah ditandatangani dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk merelokasi Stasiun Kereta Api Cigombong ke area KEK MNC Lido City sebagai akses transportasi umum tambahan.

Dengan mengusung “Integrated Tourism Destination” terbesar di Asia Tenggara, KEK MNC Lido City akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan devisa negara melalui kegiatan investasi asing dan kedatangan wisatawan mancanegara, dan juga memberikan percepatan Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah (LPE) melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan asli daerah, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Perseroan memanfaatkan waktu pandemi ini untuk menyelesaikan berbagai kegiatan pembangunan sehingga pada saat kondisi telah membaik, KEK MNC Lido City telah siap menyambut kedatangan wisatawan dan menjadi destinasi pariwisata kebanggaan Indonesia.

KEK MNC Lido City ditargetkan akan menarik kedatangan wisatawan lokal dan internasional dan akan menyerap 6-7 juta pengunjung per tahun dalam 5 tahun kedepan. Inflow devisa dari wisatawan mancanegara dan penghematan outflow devisa dari wisatawan domestik yang akan lebih memilih KEK MNC Lido City dibanding bepergian ke luar negeri, diperkirakan akan mencapai US$4,1 miliar dalam periode 20 tahun kedepan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD