AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Musim Kemarau 2021 Diprediksi Normal, Produksi Sawit Bisa Capai 55,69 Juta Ton

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Selasa, 04 Mei 2021 16:47 WIB
Musim kemarau tahun 2021 diprediksi tidak berdampak bagi produksi kelapa sawit.
Musim kemarau tahun 2021 diprediksi tidak berdampak bagi produksi kelapa sawit. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Musim kemarau tahun 2021 diprediksi tidak berdampak bagi produksi kelapa sawit. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi produksi minyak sawit mentah (CPO) mencapai 48,40 juta ton dan minyak kernel sawit mentah (CPKO) 7,29 juta ton. Sehingga total produksi diprediksi mencapai 55,69 juta ton pada tahun 2021.

Ketua Bidang Riset dan Peningkatan Produktivitas Gapki Hasril Hasan Siregar mengatakan, musim kemarau diprediksi akan mundur ke Mei-Juni dan puncaknya pada bulan Agustus serta berpotensi lebih singkat.

"Sesuai kondisi iklim 2019 yang ada kekeringan atau El Nino lemah, 2020 tanpa kekeringan, dan 2021 berpotensi tanpa kekeringan dan mempertimbangkan umur tanaman, maka ada kenaikan produk minyak sawit menjadi 55,69 juta ton pada tahun 2021," ujarnya dalam webinar Ngobrol Bareng Gapki, Selasa (4/5/2021).

Dia menuturkan, meski musim kemarau 2021 diprediksi tidak ekstrim dengan curah hujan normal-atas normal, namun kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tetap diperlukan dengan mengutamakan persiapan dan upaya pencegahan. Karhutla berdampak kerugian bagi tanaman kelapa sawit.

"Kebakaran terhadap tanaman kelapa sawit akan berdampak kerugian investasi karena tanaman akan stagnan 1-3 tahun hingga mati jika titik tumbuhnya terbakar," jelasnya.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, pelaku usaha di sektor perkebunan harus bisa melakukan mitigasi terkait prediksi iklim yang akan berpengaruh pada produktivitas tanaman sawit.

"Kita perlu mencari tahu bagaimana mengelola, beradaptasi, dan mitigasi risiko seperti kebakaran hutan dan lahan. Ini yang menjadi penting sekali," ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD