Dengan adanya RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak akan meningkat dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Kapasitas tersebut setara dengan hampir seperempat kebutuhan BBM nasional.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa apabila RDMP Balikpapan telah beroperasi secara penuh, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus produksi BBM jenis solar dalam jumlah besar. Kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk menghentikan impor solar mulai 2026.
“Solar nanti pada 2026, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter. Agenda kami pada 2026 itu tidak ada impor solar lagi,” ujar Bahlil, Selasa (30/12/2025).
Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketahanan energi nasional, RDMP Balikpapan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas BBM dalam negeri. Produk BBM yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.
(Shifa Nurhaliza Putri)