AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.51
0.4%
+2.15
IHSG
7103.58
0.15%
+10.31
LQ45
1009.34
0.35%
+3.55
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

NPI RI Tetap Terjaga, Defisit Transaksi Diperkirakan Capai 1,9 Persen dari PDB

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 20 Januari 2022 15:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan surplus NPI pada 2021 diprakirakan akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
NPI RI Tetap Terjaga, Defisit Transaksi Diperkirakan Capai 1,9 Persen dari PDB. (Foto: MNC Media)
NPI RI Tetap Terjaga, Defisit Transaksi Diperkirakan Capai 1,9 Persen dari PDB. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan surplus NPI pada 2021 diprakirakan akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung transaksi berjalan yang mencatat surplus sekitar 0,2 persen dari PDB serta surplus transaksi modal dan finansial. 

"Memasuki awal tahun 2022, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut tercermin dari investasi portofolio yang mencatat netinflows yang terbatas sebesar USD0,2 miliar sampai dengan 18 Januari 2022," ujar Perry di Jakarta, Kamis(20/1/2022).

Dia menyebutkan, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2021 tetap tinggi, yakni USD144,9 miliar, setara pembiayaan 8,0 bulan impor atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

"Ke depan, kinerja NPI pada 2022 diprakirakan tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan yang diprakirakan tetap rendah dalam kisaran 1,1% - 1,9% dari PDB," terangnya.

Selain itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan lebih besar dibandingkan tahun lalu, terutama dari arus modal asing khususnya dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) sejalan dengan langkah-langkah perbaikan iklim investasi di dalam negeri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD