sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Olah Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Award

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
19/06/2026 23:55 WIB
Mulai dari mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat masa depan, hingga meracik limbah makanan.
Olah Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Award
Olah Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Award

IDXChannel – Ratusan ide brilian kembali lahir dari tangan para pekerja PT Pertamina (Persero). Mulai dari mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat masa depan, hingga meracik limbah makanan menjadi pelindung alat bor yang mampu menghemat biaya operasi hingga miliar rupiah. 

Deretan terobosan nyata inilah yang menjadi sorotan utama dalam puncak Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 ke-16, yang digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (15/6/2026). Tahun ini, ajang adu gagasan tersebut mengusung tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value”, yang diikuti oleh 915 perwira Pertamina yang tergabung dalam 120 gugus (kelompok) inovasi.

Salah satu bintang pada ajang tahun ini adalah inovasi dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. Menjawab tantangan transisi energi global, tim ini sukses mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF)—bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang— yang diolah dari minyak jelantah. Terobosan ini menjadi langkah konkrit Pertamina dalam membangun bisnis rendah karbon dan mengejar target Net Zero Emission.

Tak kalah memukau, tim dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berhasil meraih predikat Platinum lewat inovasi "Skin Care" untuk peralatan rig. Mereka membuat inovasi cairan anti-karat untuk alat pegeboran yang diolah dari limbah makanan.

“Inovasi 'Skin Care' ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan. Alat pemboran kami sangat rentan terkena karat. Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah,” kata Manager Organization & Quality Management PT PDSI Riyan Tamara, Jumat (19/6/2026).

Tercatat, terobosan ini memberikan nilai penghematan yang fantastis bagi perusahaan, yakni mencapai Rp81 miliar.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement