AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Omicron Kian Mengganas, Waspada! Kinerja Ekspor RI Bisa Kembali Anjlok

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 14 Januari 2022 17:40 WIB
Dampak yang paling besar dirasakan pada sisi ekspor maupun investasi
Omicron Kian Mengganas, Waspada! Kinerja Ekspor RI Bisa Kembali Anjlok (FOTO:MNC Media)
Omicron Kian Mengganas, Waspada! Kinerja Ekspor RI Bisa Kembali Anjlok (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, munculnya varian Omicron akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

Meskipun di Indonesia dampaknya dari sisi kesehatan tidak separah jika dibandingkan dengan varian delta. 

"Dampak yang paling besar dirasakan pada sisi ekspor maupun investasi," ujarnya kepada MNC Portal, Jumat (14/1/2022). 

Sebab menurut Bhima meskipun varian Omicron tidak berdampak pada pemulihan konsumsi domestik, namun permintaan ekspor ke negara yang berisiko seperti AS, China maupun Eropa akan terpengaruh. 

"Kinerja ekspor bisa kembali melemah, dan booming harga komoditas bisa kembali melandai," lanjut Bhima. 

Disamping itu realisasi investasi pun juga dapat bisa tertunda, sebab kepercayaan investor asing juga akan ikut terpengaruh akibat naiknya kasus Omicron di negara asalnya. 

Meskipun varian Omicron ini belum diprediksi secara jelas dampaknya kedepan. Bhima berharap pemerintah semestinya dapat menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar penyebaran kasus Omicron ini tidak menjadi gelombang pandemi selanjutnya. 

Memberikan bantuan kepada masyarakat menjadi salah satu caranya untuk menjaga daya beli masyarakat ditingkat bawah. Agar cita-cita pemulihan ekonomi tidak sebatas cita-cita global, namun dapat dicapai pula oleh masyarakat kelas bawah. 

"Skenario terburuk harus diantisipasi dengan lakukan penambahan belanja disektor kesehatan, insentif usaha maupun bantuan sosial," tutur Bhima.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD