AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Omicron Kian Meresahkan, Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 100 Persen

ECONOMICS
Indra Purnomo
Selasa, 18 Januari 2022 18:31 WIB
Kasus covid-19 mulai merangkak naik lagi, yang hari ini tembus di atas 1.000 kasus, salah satunya akibat makin meluarnya varian Omicron.
Omicron Kian Meresahkan, Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 100 Persen (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Omicron Kian Meresahkan, Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 100 Persen (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Kasus covid-19 mulai merangkak naik lagi, yang hari ini tembus di atas 1.000 kasus, salah satunya akibat makin meluarnya varian Omicron. Namun, hingga sampai saat ini, Pemprov DKI Jakarta tetap akan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan alasan Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100 persen, meskipun kasus Covid-19 dinyatakan terus meningkat. Dia berujar, bahwa kebijakan Pemprov DKI dengan Depok dan Bogor berbeda. 

"Kita punya kebijakan mungkin berbeda sama Depok, Bogor, tapi semua dalam kendali dan pengawasan yang baik ya. Karena kita sudah dua tahun tidak sekolah, ini menjadi pertimbangan juga jangan sampai nanti kualitas anak-anak kita, SDM bangsa kita menurun karena dua tahun belajar di rumah," ujar pria yang biasa disapa Ariza saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022). 

Menurut politisi Partai Gerindra ini, meskipun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilaksanakan dengan baik, namun, kualitasnya tetap berbeda dengan pembelajaran secara langsung di sekolah. Menurutnya, banyak siswa yang tidak memahami secara baik apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online. 

"Sebaik apapun anak kita, gurunya, tentu belajar jarak jauh itu berbeda. Banyak yang pelajaran yang tidak bisa dipahami secara baik, beberapa mata pelajaran apabila kegiatannya secara online aja, perlu diskusi di sekolah perlu praktek dan sebagainya," jelasnya. 

Oleh karena itu, Ariza menyebutkan, banyak dari orang tua yang menyambut baik kegiatan PTM terbatas dengan kapasitas 100 persen. Kendati demikian, dia mengingatkan pentingnya untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Jadi para siswa dan orang tua menyambut baik PTM 100 persen terbatas. Namun demikian harus tetap melaksanakan protokol kesehatan," katanya.

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD