Infrastruktur seperti dermaga, movable bridge, kapasitas beban, kedalaman kolam, breakwater, fasilitas sandar, navigasi, akses jalan, buffer zone serta fasilitas keselamatan dan penyelamatan dinilai harus berkembang mengikuti peningkatan kualitas kapal dan pertumbuhan trafik.
"Jangan sampai kita menuntut kapal semakin modern, sementara infrastrukturnya tertinggal. Kapal yang semakin baik membutuhkan pelabuhan yang semakin baik," ujar Khoiri.
Selain pembangunan infrastruktur, Gapasdap menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan yang melibatkan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi penyeberangan.
Menurut Khoiri, keselamatan tidak dapat hanya dibebankan kepada operator kapal. Regulator, pengelola pelabuhan, awak kapal, pemilik kendaraan, perusahaan logistik, pengemudi, pemilik barang, aparat penegak hukum, industri pendukung hingga pengguna jasa memiliki peran dalam menciptakan keselamatan.