Selayaknya moda transportasi pesawat, yang punya berlapis-lapis pemeriksaan keamanan untuk calon penumpang. Mulai dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah, pihak keamanan bandara, hingga operator penerbangan.
Menurut Khoiri, transportasi penyeberangan tidak dapat dipandang hanya sebagai moda transportasi pelengkap. Keberadaannya memiliki fungsi strategis dalam menghubungkan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh perairan sekaligus memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarpulau tetap berjalan.
"Jalan boleh berakhir di tepi laut, tetapi perjalanan Indonesia tidak boleh berhenti di sana. Kapal penyeberangan adalah ‘jembatan bergerak’ yang melanjutkan perjalanan orang, kendaraan dan barang antarpulau," katanya.
Dia menjelaskan, setiap hari layanan penyeberangan menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pokok, hasil pertanian, produk industri, energi hingga komoditas lainnya.
Karena itu, gangguan terhadap operasional penyeberangan berpotensi memberikan dampak luas terhadap rantai pasok, logistik, pariwisata, industri, UMKM hingga harga kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak hanya berlangsung di daratan, tetapi juga membutuhkan konektivitas laut yang kuat untuk menghubungkan ribuan pulau. "Indonesia tidak hanya dibangun di daratan. Indonesia juga dibangun di atas laut yang menyatukan ribuan pulaunya," kata Khoiri.
(Dhera Arizona)