Di panggung regional dan global, Indonesia aktif mendorong kerja sama internasional di bidang AI. Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economy Framework Agreement/DEFA) ditargetkan resmi diteken pada November 2026 dan diproyeksikan mampu melipatgandakan nilai ekonomi digital kawasan menjadi sekitar 2 triliun dolar AS.
Selain itu, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara lainnya guna berkontribusi aktif dalam merumuskan standardisasi etika dan tata kelola AI global serta memperkuat kolaborasi riset teknologi.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengubah AI, digital twin, dan teknologi digital menjadi manfaat nyata bagi produktivitas, daya saing, pelayanan publik, beserta kualitas hidup masyarakat. Mari kita manfaatkan konferensi ini bukan hanya untuk mengeksplorasi apa yang dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi juga untuk melihat apa yang dapat kita lakukan dengan teknologi tersebut guna membangun masyarakat yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Airlangga. (Febrina Ratna Iskana)