AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Para Korban Investasi Alkes Rp1,2 Triliun Mulai Lapor ke Polda Metro Jaya

ECONOMICS
Erfan Maruf
Senin, 13 Desember 2021 19:28 WIB
Sejumlah korban investasi suntik modal alat kesehatan yang ditaksir mencapai Rp1,2 triliun mulai melapor ke Polda Metro Jaya.
Para Korban Investasi Alkes Rp1,2 Triliun Mulai Lapor ke Polda Metro Jaya (FOTO: MNC Media)
Para Korban Investasi Alkes Rp1,2 Triliun Mulai Lapor ke Polda Metro Jaya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah korban investasi suntik modal alat kesehatan yang ditaksir mencapai Rp1,2 triliun mulai melapor ke Polda Metro Jaya. Salah satunya pemilik perusahaan Viny Aurelia Kurniawan yang menderita kerugian Rp180 miliar.

Modusnya para korban dijanjikan keuntungan 20 persen dari setiap dana investasi yang diberikan. 

Kuasa Hukum Korban Rihat Manullang mengatakan, Viny dilaporkan para korban dengan dugaan penipuan penggelapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan alat pelindung diri (APD). 

Laporan telah diterima polisi dengan nomor laporan LP/B/6220/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. 

"Korbannya ada sembilan orang ini korbannya semuanya ini. Jadi kurang lebih kerugiannya 180 miliar kerugian dari para korban ini. Kami melaporkan ini berharap segera ditangkap agar tidak terjadi keresahan. Dia memanfaatkan situasi Covid-19 ini," kata Rihat di Polda Metro Jaya, Senin (13/12/2021).  

Rihat menjelaskan, sembilan orang kliennya mau melakukan investasi karena dijanjikan oleh terlapor dengan memainkan proyek Alat pelindung Diri (APD) PCR, dan Antigen. 

"Selain 9 ini masih banyak korban lain. Bahkan diperkirakan sampai 1,2 triliun," jelasnya. 

Salah satu pelapor bernama Richard mengatakan, dia dijanjikan sejumlah proyek kesehata dengan keuntungan 20 persen dari investasi yang diberikan. Namun saat dia hendak mengambil modal yang diberikan oleh terlapor dipersulit. 

"Iming-imingnya itu, saya dijanjikan 20 persen, tapi kalo ditanya soal proyeknya, dia selalu ngelak ketika ditanya SPK dengan alasan rahasia, saya sudah dapat keuntungan, tapi uang saya masih banyak tertahan sama dia," pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD