“Jadi pada dasarnya tujuan kami mengelola investasi adalah, bagaimana supaya kami bisa memenuhi kewajiban (klaim) dengan baik. Jadi kami liat profil liabilitasnya dan likuiditas yang dibutuhkan,” jelas Hilman dalam konferensi pers, Senin (9/3/2026).
Sehingga saat perusahaan berinvestasi, instrumen yang dipilih adalah jenis yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan fokus perseroan. Yakni mempertahankan solvabilitas perusahaan atau menjaga kemampuan pembayaran kewajiban.
Hilman lantas menjelaskan bahwa jenis instrumen yang sesuai dengan kebijakan dan strategi investasi Zurich Indonesia adalah surat berharga negara (government bonds), bukan instrumen saham.
“Jadi kebijakan baru (porsi investasi perusahaan asuransi) tidak akan mengubah strategi investasi kami, kami masih akan tetap fokus memanfaatkan investasi untuk menjaga solvabilitas dan liabilitas kami,” sambungnya.
Selain itu, perseroan juga perlu mengelola risiko secara ekstra. Mayoritas investasi yang dipilih Zurich Indonesia adalah instrumen SBN, sedangkan untuk liabilitas atau kewajiban keuangan masa depan, instrumen investasi yang dipilih adalah deposito.