Direktur PT Zurich Topas Life Fred Chan juga menjelaskan alasan yang sama. Menurutnya, asuransi jiwa adalah produk jangka panjang. Sehingga, cara investasi perusahaan asuransi mesti selaras, khususnya dengan kebijakan investasi tradisional.
“Kami melihat profil liabilitas jangka panjang, di mana konsumen akan membayar premi, likuiditasnya juga sekaligus profil risikonya dan underlying investasinya. Jadi mayoritas investasi kami ada di SBN dan obligasi korporat,” ungkap Fred.
Pilihan instrumen itu, lanjut Fred, telah disesuaikan dengan profil risiko dan kebijakan investasi masing-masing entitas untuk menjaga manajemen investasi yang bijaksana dan penuh pertimbangan.
Celios Ingatkan Perusahaan Asuransi Perlu Waspadai Beberapa Hal di Pasar Saham
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memahami pilihan instrumen investasi Zurich Indonesia. Menurutnya, perusahaan asuransi perlu mencari aset investasi terbaik untuk bisnisnya.
“Saya rasa, kalaupun mereka mau ke pasar saham, tentu ada batasan-batasan tertentu seperti hanya boleh di LQ45, transparansinya bagaimana. Semuanya, kan, harus di-approve,” kata Huda.