IDXChannel - Stok minyak mentah (crude oil) di pasar internasional mulai terbatas di tengah berlarutnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Oleh karena itu, Indonesia berencana membeli minyak dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lokal untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, saat ini sejumlah negara eksoprtir minyak mulai menahan penjualan minyak mentah untuk diekspor. Kondisi ini membuat pasokan minyak mentah dunia mengalami hambatan.
Yuliot mengatakan, untuk memenuhi konsumsi dalam negeri Pemerintah siap melakukan pembelian minyak mentah dari KKKS dengan harga yang sesuai dengan acuan Indonesia Crude Price (ICP). Dengan demikian, Indonesia memiliki penawaran harga yang kompetitif dibandingkan harga ekspor.
"Jadi kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan KKKS itu, bisa dipasarkan di dalam negeri dan harganya sesuai dengan harga ICP. Jadi ini tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2025).
Yuliot mengatakan pemerintah telah meneribitkan Peraturan Presdien (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026, yang mengatur mekanisme tata niaga impor minyak mentah nasional. Melalui regulasi teranyar ini, pengadaan minyak mentah untuk memenuhi permintaan dalam dilakukan dengan dua skema, yaitu impor dan pengadaan dari perusahaan KKKS.
"Jadi dari Perpres itu, pengadaan crude itu bisa berasal dari produksi dalam negeri dari perusahaan-perusahaan KKKS dalam negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai itu secara global," katanya.
Dia menambahkan, pemerintah juga sudah menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas untuk memperkuat cadangan stok BBM di dalam negeri, baik lewat impor maupun pengadaan dari perusahaan KKKS.
"Ini ada ruang, jadi pengadaan itu melalui BLU (Badan Layanan Umum) di bidang energi. Pengaturan itu juga di dalam Perpres 26, ini sudah diatur," ujarnya.
Yuliot mengatakan pemberian kewenangan Lemigas untuk melakukan impotasi ini dalam rangka mengamankan pasokan di dalam negeri. Sebab PT Pertamina (Persero) memiliki keterbatasan dalam pengadaan impor BBM dari beberapa negara dikarenakan adanya klausul dalam obligasi internasional.
Yuliot mengatakan, Lemigas tidak hanya sekedar melakukan impor BBM dari Rusia, seperti diskusi yang sempat berjalan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin, namun juga merambah ke beberapa negara seperti Nigeria hingga Angola.
(Rahmat Fiansyah)