AALI
9625
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
785
ACST
171
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
835
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2050
AGRO
735
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.22
-0.6%
-3.24
IHSG
6984.02
-0.46%
-32.04
LQ45
1004.88
-0.58%
-5.86
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Pastikan Hewan Kurban Layak Dikonsumsi, Ridwan Terjunkan 1.784 Petugas

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Kamis, 23 Juni 2022 19:02 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melepas 1.748 petugas kesehatan yang tergabung dalam tim pemeriksa ke seluruh wilayah Jabar.
Pastikan Hewan Kurban Layak Dikonsumsi, Ridwan Terjunkan 1.784 Petugas.  (Foto: MNC Media)
Pastikan Hewan Kurban Layak Dikonsumsi, Ridwan Terjunkan 1.784 Petugas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna memastikan hewan kurban masih layak dikonsumsi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melepas 1.748 petugas kesehatan yang tergabung dalam tim pemeriksa ke seluruh wilayah Jabar.

Pelepasan ribuan petugas kesehatan hewan kurban tersebut digelar simbolis di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (24/6/2022). Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berharap, dengan hadirnya petugas kesehatan, hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat sesuai syariat Islam.

"Pemeriksaan akan mulai dilaksanakan dari H-14 Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Tim pemeriksa kesehatan (hewan kurban) ini terdiri dari (petugas dari) Pemda Provinsi Jawa Barat, kota/kabupaten, Ikatan Dokter Hewan Jabar, dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia," papar Kang Emil. 

Selain itu, tim juga terdiri dari petugas dari balai veteriner dan balai inseminasi buatan yang semuanya bekerja sama dalam satu tim untuk memastikan sekitar 800.000 hewan kurban yang ditargetkan bakal disembelih tahun ini dalam kondisi sehat.

"Idul Adha sudah kita antisipasi dengan semaksimal mungkin, salah satunya hari ini kita mulai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban ke seluruh Jabar untuk memastikan saat pelaksanaan (hari H) tidak ada hewan-hewan sakit atau tidak layak yang dipotong sebagai hewan kurban," jelasnya. 

Kang Emil pun memerintahkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk memantau langsung penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak. Berdasarkan data, kata Kang Emil, 40 persen hewan ternak yang terdampak PMK kini sudah berangsur sembuh. 

"Sambil itu berjalan, penanggulangan PMK terus dilakukan. Setiap hari kami memvaksin hewan-hewan yang sehat dan mengobati. Hewan-hewan yang sakit (PMK) itu 40 persen lebih sudah sembuh," sebutnya. 

"Tingkat kesembuhan naik dan partisipasi dari masyarakat juga sangat baik. Budaya menggunakan obat-obatan tradisional juga dilakukan, sehingga diharapkan dalam waktu dekat penyakit ini bisa diselesaikan," sambung dia. 

Kang Emil menambahkan, dalam waktu dekat, Pemprov Jabar juga akan memvaksin hewan-hewan ternak yang dinyatakan sehat di seluruh Kabupaten/kota di Jabar. 

"Ada 120.000 (dosis) vaksin yang akan kita suntikkan ke hewan-hewan sehat di seluruh Jawa Barat," kata Kang Emil. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, M Arifin Soedjayana menuturkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan kegiatan rutin setiap tahun. 

Menurut Arifin, yang berbeda dari tahun ini, dari 1.784 petugas itu terdapat tambahan unsur personel pemeriksa. Selain dokter hewan, ada pula petugas dari Jurusan Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) serta asosiasi seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi), dan petugas dari DKPP Jabar. Penambahan unsur dilakukan menyusul adanya wabah PMK hewan ternak. 

"Mereka ini kami lengkapi sarana dan prasarana pencegah penularan PMK, seperti cover shoes dan baju hazmat," katanya. 

Para petugas kesehatan ini, tambah Arifin, akan disebar ke sentra-sentra penjualan hewan kurban, termasuk ke peternakan langsung. Mereka harus memastikan hewan-hewan kurban di tingkat penjual itu layak disembelih sesuai dengan syariat Islam. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD