AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

PDAM Sering Mati, Warga Kompleks Terpaksa Iuran Beli Air Tangki

ECONOMICS
Adi Haryanto
Minggu, 14 Agustus 2022 01:43 WIB
Menurutnya, macetnya pasokan air ini sudah dirasakan berbulan-bulan. Sehingga warga tiap hari selalu iuran membeli air tangki 6.000 liter dengan harga per-tangk
PDAM Sering Mati, Warga Kompleks Terpaksa Iuran Beli Air Tangki (FOTO:MNC Media)
PDAM Sering Mati, Warga Kompleks Terpaksa Iuran Beli Air Tangki (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pasokan air bersih dari Perumda Air Minum PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) milik Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) banyak dikeluhkan oleh warga. 

Sebab pasokan air tidak lancar, bahkan dalam beberapa hari sempat tidak mengalir sama sekali. 

Kondisi itu terjadi ke warga yang tinggal di Kompleks Villa Cilame Indah, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB. 

Warga menyayangkan tidak lancarnya pasokan air, terlebih tidak ada informasi pemberitahuan sebelumnya terlebih dahulu dari manajemen PT PMgS.

"Pasokan air gak lancar, Sabtu kemarin aliran air tidak ada sama sekali. Namun, dua hari ke belakang nyala, itupun saat warga sudah ramai komplain ke kantor PT PMgS,” kata salah seorang warga Villa Cilame Indah, Sundawa, Sabtu (13/8/2022).

Menurutnya, tersendatnya layanan perusahaan air dari PT PMgS ini justru terjadi di tengah program meraup pelanggan baru oleh Perumda tersebut. Sementara pasokan air ke wilayahnya kerap tidak mengalir dan sudah terjadi sejak lama, kalaupun mengalir dua hingga tiga hari.

"Jadi pasokan air lebih sering matinya daripada ngalirnya. Meskipun nyalanya variatif ada yang dua sampai tiga hari, tapi macetnya juga sering,” keluhnya.

  untuk mengatasi tidak adanya pasokan. Hanya jika tiap hari seperti itu warga dirugikan karena pengeluaran jadi lebih besar. 

“Tiap bulan bayar ke PT PMgS sekitar Rp103 ribu terkadang juga yang Rp100 ribu. Tapi kalau air gak ada, ya kami warga di sini udunan beli air tanki,” tuturnya.

Dirinya berharap, Pemda KBB membantu agar PT PMgS dapat memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Mengingat keluhan warga Villa Cilame Indah sudah pernah disampaikan, namun hingga kini pihak perusahaan tidak merespons keluhan pelanggan.

"Ini kan perusahaan milik Pemda KBB, jadi harus jadi perhatian karena air kebutuhan sehari-hari. Jangan hanya target menambah pelanggab tapi pelayanan tidak ditingkatkan," ujarnya. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD