Kisah yang sama juga diutarakan oleh Efendi, seorang pedagang beras. Selama ini, dia bergantung pasokan beras dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Bahkan, di awal Ramadan ini, semua jenis beras di lapaknya terpaksa naik Rp500, seperti beras dengan jenama Ramos yang dibanderol Rp17 ribu per kilogram.
"Kami kalau harga tergantung dari pasar induk. Kalau di sana ada kenaikan, ya mau enggak mau kami di pasar juga naik," katanya.
Bagi pedagang seperti Suparman dan Efendi, harga menjadi penentu omzet. Semakin harga naik dan mahal, maka konsumen bakal mencari harga yang paling ekonomis.
"(Harapan) ke pemerintah, jangan sampai naik lagi (harga). Harga segini ini udah berat. Masyarakat ini, masalah beli daging itu udah enggak kuat kayaknya. Ya mudah-mudahan jangan sampai naik lagi harga daging ini," kata Suparman.